Lukiluck
RESELLER UNTUK MAHASISWA-min

Saya juga pernah jadi seperti Anda, Mahasiswa.

Mungkin Mahasiswi bagi yang perempuan.

Saya tahu Anda terburu-buru ingin tahu bagaimana cara menjadi Reseller Keripik Pisang Lukiluck.

Tapi sebaiknya, Anda tahan dulu hasrat Anda itu.

Dan coba baca cerita Saya dulu!

Ini Penting! Agar Anda tidak salah ambil keputusan. Tapi, jika Anda sudah tidak sabaran – scroll saja langsung ke bawah!

Menurut Saya, perkara ekonomi itu sensitif – bukan hanya untuk orang-orang yang sudah bekerja. Melainkan juga untuk seorang yang jadi Mahasiswa.

Terutama bagi mereka yang mulai berpikir, “dengan usia sekarang (usia sudah menjadi Mahasiswa) kok sepertinya kurang pantas untuk menjadi beban terus bagi orang tua”

Ditambah lagi, MESKI BUKAN YANG TERPENTING tapi perkara uang sering memonopoli semua isi kepala. Sesekali membuat dada sesak (kadang bisa lebih sering dari yang dibayangkan)

  1. Gagal dalam mengelola uang saku  hingga setiap akhir bulan kondisi keuangan sering terseok-seok.
  2. Jatah makan yang tersedot print, fotocopy, atau jilid tugas/makalah/paper. Saya belum bilang untuk kencan dengan pacar ya ini.
  3. Belum lagi ketika jatuh tempo untuk bayar uang kos atau SPP, sementara kiriman dari orang tua terlambat. Tentu tidak tega jika ingin terus meronta dan meminta (Kecuali bagi yang tidak tahu diri). Menyadari kiriman terlambat saja – rasanya pasti sudah paham bagaimana kesulitannya orang tua.

Itu hanya 3 kasus dari sekian banyak kasus. Namun, tiga itu memang yang lebih sering dialami para Mahasiswa.

Mungkin, bagi Saya poin ketiga sedikit berbeda.

Dilematisnya tidak sampai ketika jatuh tempo membayar uang kos. Sebab, Saya masih berkuliah dalam satu kota. Namun, setiap sudah keluar tanggal kapan waktunya membayar SPP (Meski enam bulan sekali dan meski SPP Saya saat itu kecil) rasanya sudah sesak sendiri sejak awal bulan.

Apa saja yang bisa dilakukan Mahasiswa?

Menghemat dan mencari sumber uang.

Menghemat bisa menjadi solusi memang, tapi menurut Saya bukan penyelesaian utama.

Ketika di awal kuliah, moda transportasi Saya masih menggunakan angkutan umum. Saat berada pada kondisi dimana uang saku harus tersedot untuk mencetak tugas – Saya harus rela pulang berjalan kaki sekitar 6 kilometer (Sekitar satu tahun lalu saat Saya joging – Saya baru sadar jaraknya sekian)

Meski sudah mengendarai motor sekalipun, Saya lebih rela mendorong motor sampai ke rumah agar uangnya masih bisa untuk hari esok.

Dan perkara makan, pilihannya hanya dua. Menahan lapar atau Saya menjadi penghianat bagi kampus sendiri. Ya, Saya lebih memilih pergi ke kampus sebelah (Ketika masih jalan ya jalan, saat sudah ada motor ya naik motor)

Di belakang kompleks area kampus tersebut ada warung prasmanan yang sangat murah sekali.

Saya pernah makan hanya Rp 2.500. Saya sampai malu sendiri. Ceritanya itu baru pertama kali, uang Saya pas-pasan. Saya ambil lauk tempe tahu dan sayur – minumnya air putih.

Cerita Saya mungkin tidak begitu penting, tapi intinya bagi Mahasiswa perkara uang juga merupakan hal yang sesnistif. Sementara menghemat bukanlah opsi terbaik.

Dan ternyata, yang berpikir demikian bukan hanya Saya. Banyak teman-teman, junioar atau juga senior Saya.

Mulailah Saya berpikir tentang bagaimana menghasilkan uang.

Ada banyak sumber untuk mendapatkan uang meski masih berstatus mahasiswa.

1. Berhutang

Langkah yang paling tidak Saya rekomendasikan. Dampaknya amat sangat buruk. Tidak ada yang tahu kapan kita bisa membayarnya atau tidak. Meski optimis di awal bisa membayar – tidak ada yang bisa menjanjikan kondisi ke depannya akan bagaimana. Pertemanan bisa rusak, bahkan persaudaraan bisa hancur.

2. Mencari Beasiswa

Di setiap kampus Saya yakin ada banyak sekali informasi dibukanya pendaftaran beasiswa. Tinggal, bersedia untuk mencari informasi atau tidak.

Kendala dalam mencari beasiswa adalah, persaingan yang sangat banyak. Bisa ribuan hanya untuk beberapa biji peluang mendapatkan beasiswa.

Harus bersedia untuk repot – sebab harus mengurus berkas persyaratan kemana-mana. Ke bagian akademik, ke kelurahan, dll. Itu pun belum tentu lolos.

Ya, tentu ada proses seleksinya. Seleksi ini bermacam-macam. Ada seleksi yang sekadar persyaratan administratif saja ada pula yang sampai melakukan tes kepribadian dan juga kemampuan.

Tapi jangan mundur dulu!

Seingat Saya, satu Mahasiswa tidak diperkenankan memperoleh lebih dari satu beasiswa dalam satu periode. Baik dari beasiswa yang sama maupun yang berbeda.

Dalam seleksi beasiswa ada beberapa kategori. Di sini Anda harus cermat agar memiliki peluang besar untuk lolos.

Beberapa peluang yang sering ada:

  • Prestasi Akademik

Penilaian berdasarkan nilai akademik (Indeks Prestasi – atau biasa disebut IP) – Jika Anda merasa nilai Anda memenuhi syarat dan memang cukup mampu mengungguli pesaing lainnya, tidak ada salahnya menempuh jalur ini.

  • Prestasi Non Akademik

Berdasarkan banyaknya prestasi non akademik yang Anda peroleh. Dibuktikan dengan jumlah sertifikat prestasi non akademik yang Anda miliki. Semakin tinggi tingkatan perlombaan yang Anda ikuti, umumnya peluangnya semakin tinggi. Misal juara tenis tingkat internasional.

  • Keaktifan Berorganisasi

Tentu saja konteksnya Anda memang harus aktif mengikuti organisasi atau kepanitiaan. Semakin banyak sertifikat pengalaman kepanitian/organisasi penilaiannya semakin tinggi. Berdasarkan pengalaman, level jabatan dalam panitia/organisasi serti tingkatannya (Jurusan, Fakultas, Universitas, atau Nasional) juga berpengaruh. Ini persaingannya agak berat jika Anda sadar ada banyak orang yang jauh lebih aktivis dari Anda mendaftar beasiswa melalui jalur ini. Tapi tidak salahnya Anda tetap aktif berorganisasi – sebab banyak informasi beasiswa yang mampir melalui organisasi lebih dahulu sebelum disebar luaskan secara massal.

  • Kondisi Ekonomi yang Kurang Mampu

Tidak perlu Saya jelaskan panjang lebar. Kuncinya menurut Saya adalah tidak malu tapi juga tidak berpura-pura kurang mampu.

Sayangnya, konteks beasiswa ini tidak bisa secara rutin. Hanya pada momen-momen tertentu. Seperti yang Saya katakan, bisa saja satu periode sekali satu lembaga mengeluarkan program beasiswa.

3. Bekerja part time

Ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara parti time. Misalnya, kuliah pagi smapai sore. Sore sampai malam bekerja.

Kelebihannya, selain Anda memperoleh gaji darinya, Anda bisa memperoleh pengalaman bekerja sekaligus memanajemen waktu Anda sendiri.

Resikonya, tentu pada waktu Anda yang jadi terasa sangat sempit.

Mengurangi waktu bersama teman, sahabat, dan keluarga.

4. Menjadi asisten praktikum/dosen

Hampir di setiap mata kuliah untuk SKS praktikumnya, tim dosen sering membutuhkan tenaga mahasiswa senior (atau yang sudah pernah menempuh mata kuliah tersebut) untuk menjadi Asisten Dosen dalam membimbing praktikum. Dengan catatan nilainya memenuhi syarat. Setiap semester pasti selalu ada.

Kekurangannya, di kampus Saya dulu (Saya tidak tahu di tempat lain bagaimana) untuk uang sakunya tidak seberapa, dan itu keluar di akhir semester tentunya.

Saya pribadi pernah dalam satu semester menjadi asisten praktimum pada 4-5 mata kuliah agar yang diperoleh sedikit lebih lumayanlah. Lebih suka mengambil mata kuliah dengan 6 SKS. Bebannya bisa dibilang sama tapi uang sakunya lebih besar.

Selain uang saku, tentu saja banyak manfaatnya menjadi Asisten Praktikum ini.

Mengasah ilmu – karena pasti harus belajar lagi.

Mengasah kemampuan public speaking

Lebih dekat dengan dosen

5. Menjadi Guru Les

Untuk terjun menjadi guru les Anda bisa bergabung dengan Lembaga Bimbingan Belajar atau melakukannya secara mandiri. Untuk langkah aman, sebaiknya cari murid SD saja. Maksimal mungkin SMP. Karena dari mata pelajarannya masih bisa dipahami andai kata kita sudah lupa.

6. Bisnis sampingan

Keinginan berbisnis sebenarnya sudah sejak dari awal masuk kuliah. Tapi saat itu bimbang antara jadwal kuliah yang masih adaptasi dan banyak tugas, memilih kerja atau memulai berbisnis.

Pandangan awal Saya bisnis harus memiliki lapak.

Bisnis pertama yang dicoba adalah menjual kue di area kampus pada tahun kedua. Saat itu, pemikirian Saya mulai terbuka tentang bisnis tanpa harus memiliki lapak. Bermula ketika Saya mengikuti kegiatan kepanitiaan dimana salah satu metode pengumpulan dananya adalah melalui berjualan.

Ini bisnis tanpa modal.

Bekerja sama dengan penjual kue di sekitar kampus, lalu menjualnya di kelas atau meletakkannya di gazebo (tempat banyak mahasiswa berkumpul mengerjakan tugas)

Meletakkannya di gazebo sih memang kita tidak perlu repot menjajakan kemana-mana. Resikonya, ada yang beli tapi tidak membayar. Sebab, sistemnya adalah menaruh uang senilai harga kue pada tempat yang telah disediakan.

Bisnis yang lebih Saya tekuni saat itu adalah menjadi Reseller, yaitu Reseller Jam Tangan. Masih tanpa modal.

Bermodal foto yang kemudian Saya pasarkan. Pada titik inilah Saya mulai mengenal dunia bisnis online.

Ketika ada pembeli baru Saya membelikan dan Saya yang mengurus pengiriman.

Kendala terbesar adalah Saya tidak bisa mengendalikan stok barang.

Jadi, ketika bisnis Saya sudah merambah pada baju rajut. Saya mulai memiliki stok barang.

Kendala terbesar dalam berbisnis adalah banyak hal yang mungkin tidak akan sesuai dengan ekspektasi Anda di awal.

Kebanyakan orang mengharapkan hasil yang instan, berjalan mulus, dan memperoleh untung yang banyak.

Tidak, tidak demikian.

Anda harus lebih bersabar, lebih tekun, dan lebih belajar terutama tentang bagaimana cara berjualan.

Diantara semuanya, mana yang sudah Saya terapkan?

Semuanya. Bahkan pernah secara bersamaan.

Tapi yang Saya merasa di sana dunia Saya adalah berbisnis itu sendiri.

Sebab itu pula, Saya membagikan peluang usaha sampingan sebagai Reseller Keripik Pisang Lukiluck ini dengan penawaran khusus bagi para Mahasiswa. Dan itu GRATIS – Tanpa Biaya Pendaftaran.

Jika normalnya, syarat menjadi Reseller adalah melakukan pembelian awal minimal 25 Pcs. Dengan harga Rp 11.500.

RESELLER MAHASISWA

PEMBELIAN SELANJUTNYA BEBAS, SATU PUN AKAN TETAP DILAYANI

MAU DAFTAR SEKARANG?

9 ALASAN MENGAPA ANDA HARUS JADI RESELLER LUKILUCK?

1. Bisnis cemilan itu susah mati, sebab makan sendiri adalah kebutuhan pokok. Sementara cemilan memberikan nilai lebih pada aktivitas makan itu sendiri. Sebab bisa dilakukan kapan dan dimanapun.

2. Kualitas rasa yang sudah jelas enak. Ini bukan kata Saya, tapi apa kata mereka yang sudah mencobanya. Bisa Anda lihat sendiri testimoni dari mereka yang sudah mencoba di bawah.

3. Memiliki daya tarik untuk dijual, selain karena rasanya "KATA MEREKA YANG SUDAH MENCOBA MEMANG ENAK" bumbu yang digunakan memang memiliki kuatlitas premium (Sengaja untuk menjaga kualitas) Contoh Saja Coklat Delfi. Dan didukung pengemasan secara modern menggunakan STANDING POUCH berbahan ALUMINIUM FOIL.

4. DAFTARNYA GRATIS - Tanpa Dipungut Biaya Pendaftaran Sepeserpun. Di sini, Saya bertujuan berbagi peluang bukan berniat mengharapkan adanya biaya pendaftaran Reseller seperti yang diterapkan oleh suplier-suplier lain.

5. Keuntungan (Margin Profit) cukup tinggi untuk sekelas cemilan. Bisa 30-50%. Bahkan bisa lebih, sebab harga jual tidak Saya batasi.

6. Ada banyak diskon yang sering Saya berikan. Apalagi bagi Reseller/Agen yang memang SEMANGAT dan RAJIN jualannya.

7. Memperoleh Foto Produk GRATIS yang akan terus diupdate.

8. Konsultasi Bisnis GRATIS.

9. Dapat BONUS EBOOK GRATIS.

KERIPIK PISANG LUKILUCK SENDIRI MEMILIKI 4 VARIAN RASA

CHOCOLATE
Keripik Pisang Lukiluck Chocolate
Keripik Pisang Lukiluck Chocolate
MILK CREAMY
Keripik Pisang Lukiluck Milk Creamy
Keripik Pisang Lukiluck Milk Creamy
SPICY
Keripik Pisang Lukiluck Spicy
Keripik Pisang Lukiluck Spicy
DARK CHOCO
Keripik Pisang Lukiluck Dark Choco
Keripik Pisang Lukiluck Dark Choco

JANGAN PERCAYA DENGAN SAYA!

PERCAYA APA KATA MEREKA!

Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck
Testimoni Reseller Lukiluck

Gimana? Mau DAFTAR RESELLER LUKILUCK Sekarang?

Coba Saja Dulu! Nanti Kita Bicarakan Ke Depannya Bagaimana. Optimis Kok, Kalau Kita Ini Cocok!

NB:

Saya tidak bisa menjamin akan selamanya membuka paket Reseller khusus Mahasiswa ini. Bisa sewaktu-waktu promo ini Saya tutup tanpa pemberitahuan. Waktu TERBAIK untuk bergabung adalah SEKARANG.