12 Tips Cara Menjadi Reseller Online yang Sukses

Cara Menjadi Reseller Online Sukses
Cara Menjadi Reseller Online Sukses

Banyaknya pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan di era sekarang membuat semua orang dituntut untuk lebih kreatif dalam mengais rezeki.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan berjualan.

Berjualan tidak harus membuat toko besar dan berbagai produk yang dijual.

Reseller merupakan satu dari sekian banyak pekerjaan yang dapat dijalankan.

Namun, sebelum memulainya Anda perlu mengetahui cara menjadi reseller terlebih dahulu.

Kenapa harus tahu cara menjadi reseller?

Kebanyakan, orang ingin punya penghasilan tambahan dengan jadi reseller.

Ujungnya hanya membuang waktu. Ada juga yang sampai membuang modal uang pendaftaran.

Sebab, asal daftar. Jualan, tapi tidak laku.

Kan kasihan.

Saya berharap Anda tidak jadi salah satunya.

Meski Saya tahu membaca dan mencari ilmu/informasi itu membosankan. Saya harap jangan malas untuk membaca. Demi kebaikan Anda juga.

Agar tidak salah pilih supplier….

….Demi tidak salah pilih produk juga.

Pengertian Singkat Reseller

Saya tidak akan bicara banyak soal pengertianya. Menurut Saya, Anda pasti juga sudah paham.

Saya ulas sedikit saja.

Pernah gak Anda memikirkan dan berharap memiliki sebuah pekerjaan tanpa modal, atau kalau keluar modal, tidak banyak lah. Modal kecil gitu.

Pasti pernah kan?

Salah satu solusinya memang dengan menjadi reseller..!!

Gambaran seperti apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata reseller?

Reseller = Menjual ulang.

Begitu?

Secara umum sih memang begitu.

Saya coba jelaskan lebih gamblangnya ya.

Reseller itu jawaban bagi orang-orang yang ingin mulai bisnis tidak punya modal besar. Sebuah solusi bagi yang ingin belajar bisnis.

Sebab, dengan menjadi seorang reseller, Anda tidak memerlukan uang jutaan rupiah untuk memulainya.

Resiko gagal pasti ada. Hanya saja ruginya tidak besar.

Konsep jual beli itu pada dasarnya berawal dari produsen kepada konsumen.

Produsen/Supplier, yaitu orang yang menyediakan barang maupun jasa dengan harga di bawah pasaran.

Sehingga pihak lain dapat membeli barang dan menjualnya dengan keuntungan yang lebih besar.

Kedua, Konsumen yaitu orang yang membeli produk baik dari reseller maupun dari supplier untuk kemudian digunakan secara pribadi.

Nah, ada satu pihak lagi yang jadi penghubung atas keduanya.

Tengkulak, distributor, agen, reseller, juga ada dropshipper.

Dan reseller itu sendiri merupakan  orang yang membeli  stok produk dari distributor untuk kemudian menjual kembali kepada konsumen.

Singkatnya, reseller merupakan orang yang hanya sebagai perantara tanpa memproduksi produk.

Kenapa Harus Jadi Reseller?

Pasti Anda bertanya-tanya, mengapa harus jadi reseller?

Kenapa tidak kerjaan yang lain?

Sekarang ini adalah zaman digital, semua berbau online.

Begitu pula dengan kaum milenial yang pastinya memiliki perangkat Android.

Kalau menurut Saya, dari pada digunakan untuk nyinyir, debat di media sosial, ngepoin artis idola, apalagi sampai stalking mantan mendingan untuk bisnis.

Salah satunya adalah dengan menjadi reseller.

Tidak perlu memliki toko besar, megah dan stok barang melimpah.

Tanpa modal banyak.

Cukup dengan senam jari atau main HP.

Anda sudah dapat meraup keuntungan jutaan rupiah jika tekun menggeluti bisnis ini.

Sederhananya gini,

  • Anda tidak keluar modal banyak untuk memulai
  • Bisa punya sumber penghasilan tambahan
  • Tidak perlu repot mikir produksi, kan tinggal jualan
  • Bisa jualan hanya dengan gadget
  • Bahkan bisa juga lhoh Anda jual hanya modal foto produk.

Terdengar mudah ya?

Kelebihan dan Kekurangan Reseller

Apa sih keuntungan jika Anda bergabung menjadi Reseller?

Ada banyak keuntungan yang didapat ketika menjadi seorang reseller.

Hal inilah yang dinanti-nanti banyak pebisnis. Meskipun di dalamnya juga terdapat berbagai kekurangan.

Namun, tidak usah khawatir akan hal itu, setiap usaha pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Adapun Kelebihan dari Reseller adalah Sebagai Berikut :

1. Mendapatkan Banyak Relasi

Menggeluti bisnis reseller tentu akan melibatkan banyak pihak.

Pemasok untuk produk-produk yang ditawarkan.

Reseller lain.

Sampai memperbanyak relasi berupa database konsumen.

Penting kiranya mendapatkan banyak relasi yang nantinya bisa diajak kerjasama lebih besar lagi.

Dan tentunya akan mendatangkan lebih banyak keuntungan.

Dengan begitu, bisa mendapatkan perbandingan harga yang tepat untuk memasarkan produk yang akan dijual.

Semakin rendah harga, semakin besar pula keuntungan jika menjualnya dengan harga yang sama.

Setiap reseller tentu dituntut harus pandai dalam memilih produk yang dibeli.

2. Tidak Perlu Modal Besar

Banyak orang berfikir bahwa modal merupakan hal yang harus ada, apakah Anda seperti itu?

Saya sendiri juga berpikir sama. Awalnya…..

Namun, saat ini pola pikir Saya sudah berbeda.

Menjadi reseller tidak harus memiliki modal besar, bukan pula tidak memakai modal sama sekali.

Minimnya modal yang dibutuhkan membuat peluang usaha menjadi reseller ini bisa dilakukan hanya dengan modal ponsel, kuota, atau uang pendaftaran.

Kalau Saya dulu sih modal cari produk di pasar, foto, dijual.

Menjadi reseller cukup dengan menjual tanpa harus menyetok banyak barang di rumah juga bisa.

Konsepnya, Jika ada konsumen yang memesan, baru membeli ke supplier yang telah ditetapkan.

Sehingga, tidak perlu susah payah dalam menciptakan dan membuat produk yang akan dijual.

3. Bagus untuk belajar bisnis

Kekhawatiran orang ingin bisnis itu takut gagal.

Nah, reseller ini bisa dibilang skala kecil untuk berbisnis.

Sebab, modalnya kecil, jadi kalau gagal ya gak sampai rugi puluhan atau sampai ratusan juta.

Ditambah lagi, saat ini banyak supplier yang membuka peluang jadi reseller sekaligus memberikan materi/panduan bisnis.

Salah satunya seperti peluang usaha reseller keripik pisang Lukiluck ini. Ada bonus ebook panduan jago jualannya juga.

Bisa diambil peluang sekaligus mencuri ilmunya kan?

Saya dulu juga gitu kok.

4. Bagus untuk membuka pasar dulu

Kendala orang mulai bisnis itu biasanya gini. Tidak memiliki pasar (calon pembeli)

Akhirnya ya harus babat alas sejak awal.

Apalagi jika produknya baru.

Awal Saya dulu membangun pasar Lukiluck ya dengan susah payah.

Butuh waktu dan butuh proses.

Kalau menjual produk orang lain dan sudah memiliki brand, umumnya tidak sesulit menjual produk sendiri.

Sebab pasarnya sudah ada.

Targetnya sudah jelas (Ini berlaku kalau supplier memperhatikan riset dan survei pasar ya)

Setelah pasar terbentuk dengan produk orang lain (Anda jadi reseller), ke depannya Anda bisa sisipkan produk sendiri.

Adapun Kekurangan dari Reseller Adalah Sebagai Berikut :

1. Resiko kehabisan produk

Karena barang yang dijual bukan produksi sendiri, maka resiiko kehabisan stok sangatlah besar.

Apalagi jika ternyata suppliernya bukan pelaku usaha besar.

Ditambah lagi manajemen stok mereka berantakan.

Bisa juga karena larisnya produk.

Alhasil bisa menimbulkan efek domino, seperti pihak supplier membatasi jumlah pembelian sehingga semakin terbatas pula produk yang bisa Anda peroleh.

Ada 3 solusi untuk mengatasinya;

  1. Jangan jual 1 macam produk, jadi ketika Anda kehabisan di salah satu jenis produk bisa dialihkan pada produk lain.
  2. Cari supplier lebih dari satu, terutama jika jenis produknya bukan brandable. Saya pribadi memiliki standar terkait supplier, minimal ada 3 supplier. Saya urutkan berdasar kualitas produk, pelayanan, dan harga. Resikonya, harga jadi lebih tinggi saja. Menurut Saya itu lebih baik daripada sampai konsumen yang lari.
  3. Manajemen Stok yang bagus. Di awal, jangan pakai keuntungan. Tapi putar modal untuk stok produk. Begini, kontrol sesuatu yang bisa Anda kontrol. Jangan kontrol sesuatu yang mustahil dikontrol. Sekarang, mana yang bisa ANda kontrol. Stok milik supplier atau stok milik Anda sendiri?

2. Terbatasnya Keuntungan yang Didapat

Ya wajar, namanya juga jual produk milik orang lain. Otomatis margin profitnya terbatas.

Biasanya, harga yang ditawarkan oleh supplier hanya memiliki selisih sedikit dengan yang ditawarkan reseller.

Meski……

….tidak selalu demikian. Ada juga supplier yang memberikan margin tinggi. Masukkan saja ke salah satu kriteria menemukan supplier.

Tapi pastikan juga, nilai produknya memang layak dijual dengan harga akhir tinggi.

Sayangnya, tidak banyak supplier yang demikian.

Jika Anda kesulitan menemukan supplier yang seperti itu, tidak apa.

Anda bisa memaksimalkan pada kuantitas penjualan.

Perlu kiranya bekerja keras untuk mendapat banyak keuntungan.

Hal tersebut merupakan cerminan dari usaha yang dilakukan.

Misalnya begini, jika menjual 100 barang tentu akan lebih mendapat keuntungan yang banyak.

Jadi jangan terlalu dijadikan beban kalau laba per produk yang didapat hanya sedikit.

Tapi, jika Anda terobsesi keuntungan besar per produknya, maka harus memasang tarif tinggi.

Namun, bisa jadi konsumen justru membeli barang ke pihak lain.

Pandai-pandai memilih media dan mengatur strategi saja.

3. Banyaknya Saingan

Bukan hanya menjadi reseller, tapi semua bisnis pasti memiliki saingan.

Apakah hal tersebut benar?

Saya juga merasakan hal yang sama saat menjalani bisnis menjadi reseller.

Oleh karana itu, pandai-pandailah dalam memilih jenis produk dan dalam melakukan pemasaran.

Banyaknya online shop yang ada di Indonesia membuat orang berbondong-bondong untuk untuk menjadi reseller.

Dengan banyaknya kompetitor yang tersebar, Anda dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan ide untuk promosi produk.

Pilihlah bahasa yang halus menarik. Jangan sekali-kali menwarkan barang dengan menjelek-jelekan kompetitor lain.

Hal ini akan menjadi pisau bermata dua. Bahkan, bisa menyebabkan barang tidak laku di pasaran.

4. Tidak bisa mengontrol kualitas produk

Mirip kasus kehabisan produk.

Kali ini berkaitan dengan kualitasnya.

Sebab bukan yang memproduksi sendiri, sudah otomatis tidak bisa mengontrol kualitas.

Solusinya, harus jeli dalam memilih supplier.

Pilih supplier yang memiliki standar produksi dan bersedia mengevaluasi, menerima kritik, dan melakukan perbaikan.

Bagaimana Cara Menjadi Reseller yang Sukses untuk Pemula?

Disini Saya akan berbagi trik jitu mengenai cara  menjadi reseller dengan modal yang minim namun menghasilkan keuntungan jutaan rupiah.

Tidak ada batasan umur dalam bisnis ini, bukan hanya diperuntukkan untuk ibu rumah tangga saja.

Akan tetapi kalangan pelajar, mahasiswa bahkan karyawan juga bisa melakukannya.

Anda boleh saja tidak percaya dengan apa yang Saya sampaikan mengenai cara menjadi reseller yang sukses ini.

Saya memang tidak bisa memberi jaminan, jika Anda mengikuti cara menjadi reseller sukses yang Saya bagikan maka Anda akan jadi reseller sukses.

Sebaiknya baca saja dulu cara menjadi reseller sukses yang Saya bagikan. Nanti nilai sendiri, terapkan dan buktikan sendiri.

Adapun beberapa cara menjadi reseller yang sukses untuk pemula adalah sebagai berikut :

1. Tentukan Jenis Produk yang Akan Dijual

Bisa dibilang ini hal yang fundamental.

Maka dari itu Saya jadikan sebagai Cara Menjadi Reseller sukses pertama yang Saya bagikan.

Salah memilih produk, sama artinya Anda membuang investasi. Membuang waktu dan modal.

Anda harus mengetahui jenis produk apa yang akan dijual.

Tentukan secara spesifik.

Jangan semua penawaran jadi reseller dicoba.

Kenapa harus spesifik?

Misalnya reseller untuk baju wanita, maka juallah pakaian dengan model tertentu saja yang terlihat meranik, memiliki nilai lebih, dan diminati calon pembeli.

Contoh : Jual Tunik untuk perempuan berhijab dengan usia 20-35 tahun.

Semakin spesifik semakin terlihat memiliki karakteristik. Memiliki nilai lebih. Ke depannya bisa jadi branding. Jika ingin mencari Tunik, bisa lari ke Anda.

Jangan semua jenis pakaian wanita dijual.

Lhoh? Bukannya bagus?

Tidak. Ini berkaitan dengan siapa target marketnya juga.

Contoh Anda jual Tunik dan gamis ibu-ibu, sementara target market Anda mayoritas usia muda. Potensi yang laku yang mana? Tunik bukan?

Pertimbangkan hal ini…..

Pilihlah produk yang sesuai dengan passion, dengan begitu Anda akan memiliki pengetahuan lebih tentang barang tersebut.

Selain itu juga akan enjoy dan happy dalam melakukan bisnis ini.

Cara Menjadi Reseller dengan bisnis sesuai passion

Dan yang terpenting adalah selalu menikmati proses karena menjual produk yang disukai.

Agar tidak mudah menyerah kalau di awal belum laku-laku.

Saya pernah membuat konten di Instagram tentang cara menemukan ide bisnis berdasarkan passion di postingan Instagram.

Coba pelajari saja kalau Anda ingin menjadikan passion sebagai ide bisnis.

2. Jual produk yang banyak diminati masyarakat.

Agar mendapatkan keuntungan besar, maka hal yang harus dilakukan adalah pemilihan produk.

Kenali yang akan dipasarkan, perhatikan baik-baik apakah produk yang akan dijual memiliki peluang besar untuk lebih berkembang atau tidak.

Produk yang dipilih seharusnya adalah yang paling laku keras di pasaran atau paling banyak dicari.

Dengan hal itu, keuntungan yang didapat akan lebih meningkat jika produk habis terjual.

Logikanya begini, yang laris itu yang banyak peminatnya

Yang dilihat itu selera konsumen, bukan selera pribadi.

Hanya saja ada resikonya.

Persaingan biasanya tinggi.

Anda juga harus siap bersaing dengan reseller lain yang telah terlebih dahulu menjual produk serupa.

Tapi, terkait persaingan ini tetap butuh riset.

Kendati ada persaingan sekalipun, selama produk yang Anda pilih memiliki nilai lebih. Anda tetap bisa memenangkan persaingan dengan jadi reseller.

3. Tentukan Target Marketing Anda

Banyak yang menyepelekan atau bahkan tidak tahu betapa pentingnya hal ini.

Tapi serius!

Percaya pada Saya.

Saya memasukkan poin ke dalam salah satu Cara Menjadi Reseller yang sukses bukan tanpa alasan.

Begini, salah satu penyebab produk tidak laku itu karena dijual kepada orang yang salah.

Popok bayi dijual ke nenek-nenek.

Make up dijual ke anak SD.

Sepatu bola dijual ke ibu-ibu arisan.

Bisa laku gak?

Mungkin bisa, tapi peluangnya kecil.

Dengan menentukan target pasar saat memulai usaha, hal ini akan memudahkan Anda dalam membuat penawaran yang lebih tepat sasaran.

Misalnya bahasa promosi yang digunakan untuk kalangan anak muda akan lebih baik jika menggunakan bahasa tidak baku.

Berbeda lagi dengan kalangan dewasa yang lebih menyukai hal-hal serius dan tidak muluk-muluk.

Bahasa yang digunakan harus lebih sopan agar yang membaca lebih merasa dihormati.

Dengan menetapkan target market/konsumen, diharapkan penjualan akan lebih maksimal.

Sebenarnya cara menjadi reseller sukses untuk poin ini, kalau dibahas bisa panjang. Ke depannya Saya ingin membahasnya sendiri sebagai konten.

4. Kenali Kompetitor Bisnis

Yang ingin bisnis itu banyak….

….dan yang ingin jadi reseller bukan hanya Anda sendiri.

Bisa jadi, yang sedang membaca panduan Cara Menjadi Reseller Sukses ini bukan hanya Anda.

Tapi, saran Saya, jangan takut pada persaingan.

Bisnis apapun, bahkan dalam pekerjaanpun, persaingan / kompetisi itu pasti ada.

Cara mengatasinya ya dengan mengenali kompetitor.

Lingkup persaingan dalam dunia bisnis memang sangat tinggi.

Maka dari itu sebagai pemula Anda harus mempersiapkannya secara matang agar mampu bersaing dan menghadapinya secara sehat.

Sebelum memutuskan untuk menjadi reseller, pastinya harus tau siapa yang akan menjadi rivalnya.

Pelajari cara mereka melakukan promosi dan strategi apa yang mereka pakai, sehingga tidak kalah saing dengannya.

Ketahui pula berapa banyak kompetitor yang menjual produk sama dengan Anda. 

Semakin sedikit yang menjual maka akan semakin menguntungkan.

Tidak usah khawatir pelanggan pergi ke reseller lain, karena yang berjualan tidak banyak, ibaratnya adalah seperti itu.

Jika terlalu banyak saingan yang didapat terkadang justru adanya permainan harga.

Jeleknya reseller gitu sih, kalau sudah perang harga, Anda akan kesulitan memberikan nilai tambah.

Tapi jangan khawatir, pasti tetap ada solusi.

Sebab itu pula Cara Menjadi Reseller Sukses ini dibuat.

5. Cara Menjadi Reseller Sukses dengan Strategi Harga

Dalam strategi marketing ada konsep marketing mix.

Dimana salah satu poin pentingnya dalah Price, atau harga.

Strategi harga ini bisa jadi salah satu kunci menghadapi persaingan antar reseller juga.

Sebelum menetapkan harga jual produk, konsultasikan terlebih dahulu dengan supplier. Apabila ada ketentuan darinya, maka Anda bisa mengikutinya atau membuat harga sendiri. Dengan syarat harga yang ditetapkan masih pada standar pasar yang ada.

Pertimbangkan mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut. Misalnya ongkos pengiriman, pemasaran dan lain sebagainya.

Jangan sampai Anda merugi karena menetapkan harga tanpa menambah biaya lain-lain ke dalam pertimbangan.

Harga jual yang dipasang haruslah kompetitif, jangan terlalu tinggi maupun rendah.

Jika terlalu rendah biasanya pelanggan beranggapan bahwa barang Anda adalah KW dan memiliki kualitas yang buruk.

Namun apabila barang terlalu mahal maka akan mematikan minat pelanggan dan mereka tidak akan kembali lagi.

Ada satu teknik yang bisa digunakan.

Pasang harga tinggi (harga atas reseller rata-rata) lalu berikan diskon.

Karena konteksnya menjadi reseller, margin profit yang bisa diambil memang tidak akan sebesar jika produksi sendiri.

Intinya sih, mengejar kuantitas dan database pelanggan dulu.

6. Berikan Pelayanan yang Ramah dan Sopan

Jika ingin menjadi reseller sukses, maka bangunlah relasi yang baik dengan para customer.

Bagi calon pembeli, mereka memiliki mindset bahwa Anda adalah perwakilan dari perusahaan. Terbukalah dengan konsumen soal detail produk.

Dengan penggunaan bahasa yang sopan, bisa dipastikan pembeli akan merasa segan kepada Anda.

Jika konsumen menggunakan tutur tidak baik dan terkesan judes. Tanggapi dengan tenang dan jangan terpancing emosi, berikan senyuman dan penjelasan sebaik mungkin.

Pelayanan kepada para konsumen akan menciptakan promosi produk baru. Yaitu dari mulut ke mulut, hal ini jauh lebih efektif dari yang lain.

Karena real testimoni yang diberikan pembeli kepada calon konsumen lain akan mendorong minat untuk mengenal produk Anda.

Tapi, kalau boleh jujur ini sesuatu yang sulit….

7. Cara Menjadi Reseller Sukses dengan Respon yang Cepat

Apa hubungannya?

Ada….

Saat ini, kecepatan bisa jadi prioritas konsumen memilih reseller.

Kebiasaan belanja online itu begini;

  • Konsumen memilih banyak supplier.
  • Coba mencari informasi
  • membandingkan
  • Lalu beli…

Untuk menjamin kepuasan dari pembeli, maka jangan buat mereka menunggu lama dalam hal pelayanan.

Misalnya jika mereka menanyakan apakah stok produk masih ada, balas secepat mungkin.

Jangan biarkan mereka bosan menunggu jawaban yang belum pasti.

Seorang reseller dituntut untuk siap tanggap ketika mendapat pertanyaan dari calon pembelinya.

Luangkan waktu untuk menanggapinya dan membalas satu persatu dengan teliti.

Ini akan membantu customer dalam pemesanan barang, pembayaran dan metode pengiriman seperti apa.

Respon yang cepat kepada customer tidak harus selamanya menghadap layar Android.

Setidaknya tidak membiarkan mereka menunggu berjam-jam. Jika nantinya usaha Anda sudah berkembang dan besar, carilah karyawan admin yang khusus membalas pesan dari customer.

Bisa juga memanfaatkan fitur whatsapp bisnis “balas cepat”

Jika Anda memang benar sibuk, coba beritahu konsumen untuk menunggu.

8. Cara Menjadi Reseller Sukses Selanjutnya [Berikan Promo]

Perlu memberikan diskon atau cash back jika membeli produk Anda.

Atau dengan memberikan promosi beli 1 gratis 1.

Meskipun keuntungan yang didapat setiap barang  berkurang. Namun, barang Anda akan semakin diminati konsumen. Dan secara kuantitas jadi meningkat.

Pilihan lainnya yaitu dengan memberikan give away kepada setiap pelanggan setia.

Jangan pelit-pelit kepada pembeli, maka customer akan semakin loyal kepada Anda. Mereka akan lebih merasa dihargai jika hal ini dilakukan.

Ada banyak strategi promo yang bisa diterapkan.

Anda bisa pilih dan kembangkan sendiri.

Selanjutnya strategi promo ini kombinasikan dengan teknik closing berupa pemberian informasi kelangkaan.

Seperti :

  • Promo hanya untuk 10 pembeli pertama
  • Besok harga kembali normal/naik
  • Hanya sampai hari ini
  • Jumlah produk terbatas

9. Tampilan Menarik : Cara Menjadi Reseller Sukses yang Kekinian]

Jangan hanya copy paste gambar dan kata-kata untuk promosi dari suplier saja.

Berikan inovasi baru sehingga barang terlihat lebih cantik, menarik dan cute layaknya artis Korea. 

Tambahkan deskripsi sekeren dan sekreatif mungkin agar pelanggan terpikat seperti sedang dipelet.

Berikan sentuhan hiasan dan tambahan pernak-pernik pada saat pemotretan produk seperti yang dilakukan olshop dimana-mana.

Karena tampilan yang akan membuat pembeli tertarik membelinya.

Semakin rapi dan instagramable penataan barang, akan semakin banyak yang tertarik pada produk Anda.

Kalau yang tertarik banyak, peluang larisnya juga tinggi kan.

10. Pilih Supplier yang Tepat

Kalau boleh jujur, poin ini bisa dibilang cara menjadi reseller sukses yang krusial.

Kenapa?

Karena ini konsepnya reseller, ada banyak faktor yang memiliki ketergantungan pada supplier.

Seperti;

  • Stok produk
  • Stabilnya kualitas produk
  • Kenaikan harga
  • Margin profit
  • Branding sudah sejauh mana
  • Ongkos kirim
  • Kecepatan pengiriman

Banyak juga ya?

Saya kira itu belum semua.

Cara menjadi reseller sukses kali ini lebih pada poin bagaimana cara menemukan supplier yang tepat.

Riset supplier tentunya akan membawa banyak keuntungan.

Hal-hal yang harus Anda cari tahu lebih dalam adalah harga produk dari supplier, cari yang murah agar keuntungan Anda lebih besar.

Namun, murah saja tidak cukup, Anda juga harus memperhatikan kualitas produknya.

Caranya dengan membeli sample produknya terlebih dahulu.

Jangan membeli banyak produk saat pertama kali bertemu supplier, terutama jika Anda membelinya secara online.

Kesuali, suppliernya sudah memiliki branding yang kuat dan didukung branding bisnisnya.

Cari tahu tentang profil supplier yang akan Anda pilih.

Misalnya dengan melihat testimoni/review/tanggapan serta komentar reseller terdahulu.

Atau bisa saja dengan mencarinya di google agar lebih meyakinkan. Pastikan lebih teliti, jangan sampai menjadi korban penipuan.

Pertimbangkan beberapa hal yang tidak bisa dikontrol.

Seperti ketersediaan stok produk, jadi kalau ada pesanan dan stok Anda miliki habis. Anda tidak akan kehabisan dan pelanggan tidak lari.

Tapi kalau Anda serius menekuninya, sebaiknya Anda juga memiliki stok sendiri.

Bahkan ada program reseller yang jika orderannya banyak bisa naik status jadi agen. Tentu dengan harga lebih murah.

Contoh saja peluang usaha reseller makanan ringan lukiluck ini.

Itu baru satu aspek….

Masih banyak aspek lainnya yang susah dikontrol bukan?

11. Cara Menjadi Reseller Sukses dengan Memperhatikan Kekuatan Brand

Barang branded biasanya lebih banyak diminati oleh masyarakat luas. Semakin populer merk yang dipasarkan, maka semakin tertarik pula konsumen untuk membelinya.

Dengan begitu dagangan Anda akan laku keras dan dapat terus berkembang sehingga menghasilkan keuntungan yang konstan.

Tapi, semakin branded produknya. Resellernya juga semakin banyak.

Nah…. tips menjadi resellernya dalam memilih produk branded, jangan pilih yang sudah terkenal saja. Produk yang baru umur 1 atau 2 tahun pun boleh.

kenapa?

Anda bisa jadi pioneer di daerah Anda. Persaingan jadi masih sempit, bukan?

Pastikan saja, meski produk baru brand yang melekat pada produk itu cukup kuat di benak konsumennya.

Memiliki nilai lebih intinya.

Kualitas mungkin.

Kalau makanan ringan, misalnya terkenal enak gitu.

12. Manfaatkan Digital Marketing

Kenapa langsung Saya bilang digital marketing?

Padahal kan juga bisa secara offline.

Dor to dor misalnya.

Boleh saja kok.

Hanya saja, kalau tidak memanfaatkan online itu ya kok sayang.

Jangkauan luas, bahkan bisa sampai luar kota.

Cocok bagi yang pemalu

Bisa diukur pencapaiannya

Bisa dilakukan dimana dan kapan saja

Cara yang mudah sih bisa memanfaatkan media chat, market pplace dan media sosial.

Saya kira untuk media sosial itu cukup mudah digunakan.

Mungkin kesulitan pada cara jualannya saja.

Kebanyakan salah caranya.

Coba Baca Digital Marketing untuk Pemula ini!

Bagaimana Cara Menjadi Reseller Online Sukses yang Sudah Saya Bagikan?

Jujur…

Tips menjadi reseller ini bisa Anda kembangkan sendiri.

Ini cenderung masih konsep dasar.

Ya semoga saja ke depannya Saya bisa membuat update konten yang jauh lebih praktisi terkait tips menjadi reseller online sukses ini.

Agar cara menjadi reseller online suksesnya bisa diterapkan.

Kalau menurut Anda tips menjadi reseller sukses ini bermanfaat, boleh dibantu share/membagikan kepada teman/rekan yang membutuhkan.

Jika ada yang ingin didiskusikan terkait tips menjadi reseller online sukses, bisa disampaikan melalui kolom komentar.

Nah… kalau Anda kesulitan mencari supplier, kenapa tidak jadi reseller keripik pisang Lukiluck saja.

Cara menjadi reseller Lukiluck sudah Saya jelaskan pada konten ini ya!

Peluang usaha reseller makanan ringan kekinian.

Leave a Reply

%d bloggers like this: